Fandom

Narutopedia Indonesia

Kakashi Hiden: Petir di Langit Dingin

1.163pages on
this wiki
Add New Page
Comment1 Share

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.

Kakashi Hiden: Petir di Langit Dingin
Kakashi Hiden.png
(カカシ秘伝 氷天の雷, Kakashi Hiden — Hyōten no Ikazuchi)
Informasi Buku
Selanjutnya Shikamaru Hiden: Awan yang Mengambang Pada Heningnya Kegelapan
Jumlah Halaman 226 (JP), 205 (EN)
Penerbitan
Jepang 4 Februari 2015 ISBN 978-4-08-703344-1 Icon search.png
Inggris 3 November 2015 ISBN 978-1-42-158440-9 Icon search.png
Karakter
A (Raikage Keempat)Shino AburameAkamaruAkatsuchiChōji AkimichiAkinoBisukeBullGaaraGaryōGurukoMight GuyHakuhyōSakura HarunoKakashi HatakeHinata HyūgaInariKiba InuzukaKahyōKurotsuchiRock LeeMuiShikamaru NaraŌnokiPakkunRahyōSaiShibaShizuneTazunaTentenMei TerumīTsunadeŪheiUrushiNaruto UzumakiIno Yamanaka
Jutsu
Elemen Tanah: Teknik Batu RinganTaring Melewati TaringElemen Api: Penjara SurgaTeknik Empat KakiTangki Peluru ManusiaElemen Es: Tanah Rantai Berturut-turut dari EsElemen Es: Palu Es PematahTeknik Pedang EsTinju Pematah EsBadai DaunElemen Petir: Listrik UnguTeknik Bertukar Pikiran dan TubuhTeknik Pengiriman Pikiran dan TubuhTeknik Ukuran-BesarTeknik Seribu Klon BayanganTeknik Serangga Parasit PenghancurMelewati TaringPukulan Mabuk LautTeknik Klon BayanganTeknik Bayangan PertemuanTeknik Imitasi BayanganTeknik Menjahit BayanganTeknik Mengikat Bayangan LeherTeknik MemanggilGambar Tiruan Binatang SuperTeknik Membuka Segel

Kakashi Hiden: Petir di Langit Dingin (カカシ秘伝 氷天の雷, Kakashi Hiden — Hyōten no Ikazuchi) adalah cerita asli yang ditulis Akira Higashiyama dan diilustrasikan oleh Masashi Kishimoto. Buku ini adalah buku pertama dari seri Naruto Hiden.

Ringkasan Edit

Prolog Edit

Perintah Baru (新たな秩序, Aratana Chitsujo)

Hampir setahun setelah akhir Perang Dunia Shinobi Keempat, Naruto Uzumaki dan Sai berada di sebuah misi di Negara Ombak untuk menangkap Garyō, pemimpin Aliansi Persenjataan Ryūha. Aliansi Persenjataan Ryūha telah mengikuti contoh yang ditetapkan oleh Madara Uchiha, dan dengan demikian telah merenggut nyawa beberapa warga Negara Ombak. Ketika mereka menemukan tempat persembunyian kelompok itu, Naruto menyerang dengan Teknik Seribu Klon Bayangannya. Dia dengan mudah melawan sebagian besar pasukan musuh, namun kesulitan melawan pengawal bertopeng yang menggunakan Elemen Es. Naruto mengalihkan perhatian pengawal itu dengan klon bayangan untuk waktu yang cukup lama sementara ia yang asli menangkap Garyō.

Garyō mencoba untuk meyakinkan Naruto bahwa kelompoknya berusaha membuat dunia menjadi lebih baik dengan membebaskan pengaruh korupsi uang. Sebagai bukti, pengawal bertopeng bercerita tentang putra mereka, yang disengat lebah dan perhatian medis segera diperlukan untuk menyelamatkannya. Tidak ada dokter yang bisa ditemukan, karena semua dokter telah disewa oleh Pasukan Aliansi Shinobi untuk membantu upaya perang dan akhirnya putra mereka meninggal. Naruto bersimpati atas kematian putra mereka, tapi tidak bisa membenarkan tindakan mereka dan, meskipun upaya pengawal itu untuk menghentikannya, ia lolos bersama Garyō dengan burung Sai.

Kemudian, Naruto bertemu dengan Inari di Makam Zabuza dan Haku. Inari membahas proyek kakeknya, Tazuna, yang telah mengerjakan: Tobishachimaru, sebuah kapal udara yang akan mengubah industri transportasi. Meskipun diharapkan untuk membawa keberuntungan besar pada Negara Ombak, Inari juga yakin itu akan menyebabkan terjadi banyak pengangguran. Naruto teringat kata-kata Garyō sebelumnya dan, meskipun ia melihat penyebab masalah uang, dia masih tidak setuju dengan apa yang Garyō lakukan.

Bab 1 Edit

Keraguan (ためらい, Tamerai)

Dua bulan kemudian di Konohagakure, Naruto, setelah baru saja memperoleh lengan palsu untuk menggantikan lengannya yang hilang selama Perang, mencoba untuk mendapatkan perhatian dari Kakashi Hatake. Setelah gagal untuk mengabaikan Naruto, Kakashi mengizinkan Naruto untuk menanyakan pertanyaan yang sama yang orang lain lakukan: ketika ia akan resmi mengemban tanggung jawab Hokage. Naruto menunjukkan bahwa wajah Kakashi telah ditambahkan ke Monumen Hokage, jadi bagi Tsunade untuk kembali bertugas akan membuat semua orang bingung. Naruto juga berpendapat bahwa Tsunade terlalu tua untuk terus menjadi Hokage dan tidak layak untuk tanggung jawab itu lagi, Naruto tidak menyadari bahwa Tsunade ada dibelakangnya.

Setelah Tsunade marah lalu memukul Naruto karena ketidaksadarannya, dia juga bertanya tentang rencana Kakashi. Kakashi merasa tidak pantas karena ia tidak lagi memiliki Sharingan dan karena itu ia tidak dapat dengan benar menggunakan Petir Pemotong lagi. Dia meminta Tsunade untuk menunggu sampai misi saat ini selesai sebelum ia mengambil keputusan. Kakashi sedang mengawasi keamanan untuk pelayaran pertama dari Tobishachimaru, karena kebanyakan dari shinobi lain Konoha sedang bertugas menjaga Penjara Darah yang sedang dibangun setelah kematian Mui, sipir sebelumnya, beberapa tahun yang lalu. Tsunade berharap Kakashi beruntung dan mengingatkannya bahwa keberadaan Tobishachimaru saat ini seharusnya menjadi rahasia dari Lima Negara Besar Shinobi yang lain.

Bab 2 Edit

Momen Abad Ini (世紀の瞬間, Seiki no Shunkan)

Tazuna memberitahu Kakashi tentang Tobishachimaru; ukurannya, helium yang memungkinkan untuk mengapung, dan ketinggian yang dapat dicapai. Saat mendekati waktu untuk berangkat, seorang wanita berjalan melalui kerumunan, bersemangat agar tidak kehilangan kursinya di penerbangan. Kakashi menangkapnya saat dia hampir jatuh dan melihatnya saat ia menaiki kapal. Tazuna berbicara kepada Kakashi tentang mencari seorang wanita untuk dijadikan miliknya dan menjadi Hokage, menemukan dua ikatan untuk menjadi sangat mirip.

Tobishachimaru akan segera lepas landas, Kakashi melihat sebuah sosok berkerudung menyelinap dari kapal. Dia mencari tahu sosok tersebut yang mirip dengan Rock Lee. Menyadari apa yang terjadi, Kakashi naik ke Tobishachimaru saat mulai naik ke udara. Dia menemukan Might Guy, meskipun ia memiliki riwayat sakit untuk bergerak, ia sangat ingin menjadi salah satu orang pertama yang terbang di udara. Kakashi tidak terkejut dengan tekad Guy, dengan cedera kaki yang Guy terima selama Perang telah berbuat banyak untuk mencegah dia melanjutkan kehidupan sebagai seorang ninja. Karena mereka tidak seharusnya berada di penerbangan, Kakashi dan Guy mencari tempat di mana mereka tidak akan menjadi perhatian. Saat mencari tempat, mereka menemukan sekelompok shinobi yang sedang menempelkan kertas peledak di sekitar kapal.

Bab 3 Edit

Serangan dari Langit (天空の襲撃, Tenkū no Shūgeki)

Kakashi dan Guy menyusup melalui saluran ventilasi sehingga mereka dapat bergerak di sekitar kapal dan mengumpulkan informasi tanpa diketahui. Mereka menyaksikan penumpang kapal dikumpulkan ke ruang makan oleh musuh Ninja dan pemimpin mereka, Rahyō. Ninja Konoha yang telah dimasukkan ke kapal sebagai jaminan terlibat oleh pasukan lawan, tetapi tubuh mereka dibekukan dari beberapa lokasi terpencil oleh seseorang bernama Kahyō. Rahyō memberitahu penumpang bahwa mereka sedang disandera sampai Garyō dilepaskan dari Penjara Darah. Dimulai dari setengah jam, jika Garyō tidak dibebaskan, satu sandera akan dibunuh dilanjutkan lagi setiap sepuluh menit berikutnya. Selain itu, jika Konoha melibatkan Naruto Uzumaki dalam hal ini, Tobishachimaru akan diledakkan.

Bab 4 Edit

Menyampaikan Pesan (伝えられたメッセージ, Tsutaerareta Messēji)

Seorang anggota Aliansi Persenjataan Ryūha memberikan pesan yang berisi tuntutan Rahyō kepada Tsunade. Setelah mengkonfirmasi cerita, juru bicara Tsunade, Shikamaru Nara — yang saat ini bertugas di Penjara Darah — mengetahui apa yang sedang terjadi. Ketika mereka mencoba untuk memutuskan apa yang harus dilakukan, Lee menerobos masuk ke dalam pengiriman untuk menginformasikan Tsunade bahwa Kakashi dan Guy berada di kapal. Shikamaru menghubungi Kakashi dan Guy melalui Ino Yamanaka sementara Tsunade sedang mengerahkan petugas yang ada di Konoha, kecuali Naruto.

Bab 5 Edit

Eksekusi (処刑, Shokei)

Dengan dua puluh menit sampai sandera pertama akan dibunuh, Kakashi dan Guy terus melewati saluran ventilasi sambil memikirkan apa yang harus mereka lakukan. Tiba-tiba penyakit gerak Guy menyerangnya, yang akhirnya lokasi mereka diketahui Aliansi Persenjataan. Pecahan es mulai menyerang mereka dari segala arah dan mereka terpisah, Kakashi dengan cepat terpaksa melawannya dengan Elemen Petir: Listrik Ungu yang baru. Saluran tersebut terlepas dan dia jatuh ke dalam toilet, di mana ia menemukan wanita yang sebelumnya bertemu dengannya sedang bersembunyi. Kakashi memperkenalkan dirinya sebagai seorang ninja Konoha dan membawa wanita itu bersamanya.

Kakashi memanggil delapan ninken-nya dan mengirim mereka untuk menemukan semua kertas peledak yang ditempelkan di sekitar kapal. Ketika membubarkan ninken-nya, Kakashi menemukan tempat yang aman bagi wanita itu untuk bersembunyi. Karena waktu hampir habis, wanita itu memohon padanya untuk melepaskan Garyō sehingga tak seorang pun akan terluka. Kakashi menjawab bahwa ia tidak bisa melakukan itu, tapi berjanji bahwa ia akan menyelamatkan orang sebanyak yang ia bisa. Kakashi menyerang anggota Aliansi Persenjataan dan memusnahkan beberapa, yang Rahyō tanggapi dengan membekukan dua sandera sampai mati. Rahyō menawarkan untuk memberikan sepuluh menit lagi pada Konoha untuk memenuhi tuntutannya sebelum membunuh orang lain jika Kakashi menyerah. Ia melakukannya dan diikat dengan tali.

Sepuluh menit berlalu tanpa pembebasan Garyō, jadi sandera lain dibunuh. Kakashi marah pada dirinya sendiri karena membiarkan dirinya untuk diikat, tetapi akhirnya ia dihubungi oleh Ino. Ino melaporkan bahwa para ninken telah menemukan semua kertas yang akan diledakan dan disampaikan kepada Guy, yang akan menjadi pengalih perhatian sehingga Kakashi bisa mengumpulkan penumpang yang tersisa dan menyelamatkan mereka. Sebelum memutuskan komunikasinya, Kakashi meminta agar Sai dikirim untuk memberikan bantuan. Rahyō bersiap untuk membunuh sandera lain, Guy di tempat lain meledakan kertas peledak, membingungkan kapal dan menyebabkan kebakaran yang mulai menyebar. Sebelum Kakashi bisa bertindak, namun, masih belum diketahui keberadaan Kahyō yang sedang menstabilkan kapal dan memadamkan api. Rahyō membutuhkan waktu terus dari Kakashi untuk menuntut penjelasan, mendorong Guy untuk melawan.

Bab 6 Edit

Ledakan Mematikan! Pukulan Mabuk Laut (必殺! 船酔い拳, Hissatsu! Funeyoi Kobushi)

Meskipun kakinya di gips, Guy tetap secepat dahulu, memungkinkan dia untuk menghindari serangan fisik menggandakan-es milik Rahyō. Dia bahkan mampu memberikan beberapa tendangan yang berhasil, meskipun kesulitan untuk menyamarkan rasa sakit itu. Dia membawa keluar Sōshūga untuk mulai bertarung dengan Rahyō, tapi melihat Sōshūga-nya berayun cepat yang menyebabkan penyakit geraknya kembali menyerang. Daripada harus lemah oleh itu, Guy mengubahnya menjadi gaya bertarung yang dia sebut Pukulan Mabuk Laut. Sementara Rahyō berjuang untuk memukul Guy, Pakkun mengunyah tali yang mengikat Kakashi. Begitu Kakashi bebas dia mengirimkan Pakkun pergi lau ia bersiap-siap untuk bergabung dengan Guy, tapi terganggu oleh munculnya saudara muda Rahyō: Kahyō, shinobi bertopeng yang sama yang bertarung melawan Naruto dua bulan lalu.

Bab 7 Edit

Petir Beku (凍てついた雷, Itetsuita Ikazuchi)

Sementara Guy terus melawan Rahyō, Kakashi mulai bertarung melawan Kahyō. Serangan Kahyō menggunakan Elemen Es: Tanah Rantai Berturut-turut dari Es dan Kakashi melawannya dengan Listrik Ungu. Kakashi mencoba berbicara dengan Kahyō, dengan alasan bahwa Aliansi Persenjataan tidak benar-benar ingin menghancurkan dunia karena mereka, seperti Madara Uchiha sebelum mereka, pada kenyataannya cinta di dunia terlalu banyak. Mengacu pada kematian putera Kahyō, Kakashi bersimpati, tapi menyatakan bahwa shinobi tidak dapat menghindari akan kehilangan seseorang yang mereka cintai. Kahyō menjawab bahwa kematian rekan shinobi adalah hal biasa, tetapi kematian putranya, Hakuhyō, jiwa yang tidak bersalah dan tidak dapat dibandingkan dengan jiwa rekannya. Kakashi menjelaskan bahwa Aliansi Persenjataan kini mengancam akan membunuh penumpang yang tidak bersalah di atas kapal Tobishachimaru.

Kahyō menjadi marah dengan pengamatan Kakashi dan melakukan Tanah Rantai Berturut-turut dari Es lainnya yang mulai menyebar ke seluruh daerah, menyelimuti segala sesuatu yang dilewatinya. Rahyō memberitahu Kahyō untuk berhenti dan saat perintahnya diabaikan, ia memukul Kahyō yang mengabaikannya. Meskipun Rantai Es menghilang, lubang yang tersisa di lantai dan tekanan yang berbeda antara di dalam dan di luar mulai menghisap penumpang. Kakashi menangkap Guy sebelum dia terhisap keluar juga, tapi tidak dapat mempertahankan pegangannya pada badan kapal. Guy memberitahu Kakashi untuk menyelamatkan dirinya sendiri dan Ino beristirahat dalam meminta pembaharuan, tapi Kakashi hanya bisa fokus pada satu hal: topeng Kahyō yang telah terlepas, mengungkapkan Kahyō yang asli adalah wanita yang bertemu dengannya tadi. Kakashi kehilangan pegangannya dan jatuh.

Bab 8 Edit

5,000 Meter Sampai di Tepi Kematian (死の縁まで五千メートル, Shi no En Made Gosen Mētoru)

Kakashi melihat sekelilingnya saat ia jatuh melayang di udara bersama dengan banyak penumpang lainnya. Dia bertatapan dengan Guy dan bersama-sama mereka menerima kenyataan bahwa mereka akan mati. Seperti halnya Kakashi mulai memikirkan apa arti kematian baginya, ia dan yang lain diselamatkan oleh Sai. Kakashi memberitahukan Sai apa yang mereka ketahui tentang shinobi dari Aliansi Persenjataan dan bertanya bagaimana keadaan akhir Konoha. Ini menjadi jelas bahwa keadaan tidak mendukung Aliansi Persenjataan, yang Kakashi anggap mereka akan bersiap-siap untuk itu. Kakashi mengirimkan pesan kepada Ino bahwa Tobishachimaru sedang menuju ke Penjara Darah dan meminta Sai untuk membawanya kembali ke kapal sehingga ia dapat mencoba untuk menghentikannya. Sai mematuhi perintah Kakashi, tetapi menemukan Tobishachimaru telah naik jauh di atas dataran seperti biasanya karena konflik yang sedang berlangsung di kapal. Lubang di kapal telah dipenuhi dengan es, sehingga Kakashi menemukan pintu masuk lain.

Bab 9 Edit

Keputusan Tsunade (綱手の決断, Tsunade no Ketsudan)

Di Konoha, Guy melaporkan kepada Tsunade dan berpura-pura tidak bersalah. Sebelum dia bisa mulai menghukum Guy, ia terpaksa untuk menjawab panggilan dari Tsuchikage Ketiga. Tsuchikage memberitahu padanya bahwa "rahasia" Tobishachimaru terlihat dari beberapa negara, termasuk Iwagakure sendiri. Meskipun ia dan Kage lain sebenarnya tahu tentang hal itu untuk beberapa waktu, mereka percaya Konoha dapat menjaga urusannya sendiri. Namun, Tsuchikage mendapat laporan bahwa ada sejumlah besar bubuk api biru, sebuah ledakan kuat yang bereaksi terhadap air, di atas kapal. Dia percaya bahwa Konoha akan menanganinya, tapi dia memperingatkan bahwa dia tidak akan ragu-ragu untuk menghancurkan kapal itu jika tampaknya kapal itu akan mengancam Iwagakure; Kage lain akan melakukan hal yang sama untuk desa mereka sendiri. Tsunade mengatakan kepadanya itu adalah batas untuk Penjara Darah di Kusagakure. Tsuchikage mengakhiri panggilan itu dan menyatakan dia berharap bahwa itu benar, atau jika tidak Konoha akan bertanggung jawab untuk apa pun yang terjadi.

Tsunade segera memanggil Rahyō, memberitahunya ancaman dari Tsuchikage, dan meminta dia untuk menghentikan Tobishachimaru. Rahyō menolak. Turun di Konoha, penduduk desa sekarang dapat melihat Tobishachimaru seperti terbang di atas mereka menuju tujuannya. Tsunade memutuskan bahwa kapal itu harus dihancurkan sebelum desa lain terpaksa harus campur tangan. Dia memerintahkan Ino untuk memberitahu Kakashi agar melakukan apa yang dia bisa, tetapi juga memperingatkan Kakashi tentang keputusannya. Dia mengirimkan semua ninja Konoha yang tersedia - kecuali Naruto - ke Penjara Darah dengan tetap untuk menghancurkan kapal itu jika kapal itu akan menyeberangi perbatasan ke Iwagakure.

Bab 10 Edit

Hati (心, Shin)

Setelah menerima pesan Tsunade dari Ino, Kakashi menyelinap kembali ke ruang makan di mana para sandera yang tersisa berada. Seorang ibu memohon kepada Rahyō untuk membiarkan putranya pergi, asma putranya itu kambuh dan obat-obatannya hilang selama kekacauan sebelumnya. Ketika Rahyō mengetahui bahwa ayah anak itu adalah seorang dokter di Negara Ombak, ia memutuskan untuk membiarkan anak itu mati untuk menghukum ayahnya karena membiarkan putra Kahyō mati. Kakashi muncul dari tempat persembunyiannya dan meminta Kahyō untuk tidak membiarkan anak itu mati, menjelaskan bahwa Sai berada di luar dan bahwa ia dapat membawa anak itu ke tempat yang aman. Rahyō menawarkan untuk membunuhnya di tempat anak itu, memicu Kakashi untuk mulai menggunakan Listrik Ungu. Saat ia melakukannya, bagaimanapun, tubuhnya menjadi dingin di bagian dalam dan es mulai menyebar di seluruh tubuhnya. Hanya dengan melapisi dirinya dengan chakra dia bisa menghentikan penyebarannya.

Kakashi bertanya pada Kahyō apa yang perempuan itu lakukan padanya, yang ia menjelaskan bahwa perempuan itu menandainya dengan Rantai Es-nya ketika mereka pertama kali bertemu. Meski telah dinetralisir oleh Kakashi, perempuan itu untuk menyetujui permintaannya (melawan demonstrasi Rahyō) dan memungkinkan anak dan ibunya pergi, tapi perempua itu memperingatkan Sai bahwa dia akan membunuh sandera jika dia melihatnya lagi. Setelah Sai sudah pergi, salah satu penumpang mengeluh tentang perlakuan khusus ini, menanyakan apakah dia akan diizinkan untuk pergi jika ia membawa anak yang sakit. Kahyō membekukan dia sampai mati. Dia menjelaskan bahwa ini adalah apa yang Rantai Es-nya lakukan untuk orang biasa; bagi mereka yang memiliki chakra, itu hanya mencegah mereka untuk menggunakan chakra untuk apapun selain menyelamatkan diri.

Kahyō menceritakan sejarah hidupnya pada Kakashi, bagaimana dia meninggalkan Kirigakure sehingga putranya, Hakuhyō, tidak akan menderita karena bagaimana ia dilahirkan dan dirusak oleh praktek gelap desa. Mereka menetap di Negara Ombak dan menemukan kebahagiaan yang dia inginkan untuk sementara waktu. Hakuhyō meninggal, disengat lebah dan tanpa adanya dokter yang dapat menyelamatkannya; ini adalah bagian dari cerita yang Kakashi dengar sebelumnya. Apa Kahyō tidak pernah menyebutkan bahwa Hakuhyō tersengat sekaligus melindungi temannya, bahkan menggunakan Elemen Es-nya untuk menjaga temannya agar tetap aman. Temannya menanggapinya dengan meninggalkan Hakuhyō, tidak ingin ada hubungannya dengan seseorang yang memiliki kemampuan seperti yang Hakuhyō lakukan. Hal ini terbukti bahwa Kahyō, tidak peduli seberapa keras ia mencoba, ia tidak bisa melarikan diri dari kekejaman dunia. Kakashi tidak menanggapi kisahnya dan memungkinkan orang-orang Rahyō untuk membawa tahanannya.

Bab 11 Edit

Tangisan Es (氷の涙, Kōri no Namida)

Kakashi terkunci di dapur kapal itu. Karena ketinggian kapal yang lebih tinggi, ia menyimpulkan bahwa udara di kapal cukup sedikit dan bahwa orang-orang yang menjaga pintu tidak berpikir jernih. Ini akhirnya terbukti saat ia menipu penjaga untuk membiarkannya pergi. Dia kembali ke ruang makan sekali lagi dan melihat para penumpang sedang dipasangi parasut sehingga mereka dapat mengevakuasi Tobishachimaru secara aman. Kebingungan mengapa Rahyō tiba-tiba berubah pikiran, Kakashi menyimpulkan bahwa parasut harus dikemas dengan bubuk api biru dan bahwa mereka sudah melebihi Penjara Darah; ketika penumpang turun melewati awan di atas penjara, bahan peledak siap meledak dan meledak saat mendarat, memungkinkan Garyō untuk melarikan diri.

Kakashi menunjukkan dirinya dan meminta mereka untuk berhenti, menjelaskan kepada penumpang apa yang terjadi. Para penumpang tidak dapat melepaskan parasut mereka sendiri dan orang-orang Rahyō mulai melemparkan mereka dari kapal. Kakashi menghalanginya, sempat menggunakan chakranya untuk menangkis es menggunakan Listrik Ungu pada penumpang yang tersisa dan melepaskan parasut mereka. Sementara Kakashi mengembalikan chakranya untuk mengatur suhu tubuhnya, Kahyō bertanya pada Rahyō apakah tuduhan Kakashi itu benar. Rahyō terpaksa mengatakan itu. Sedih, Kahyō menyerang Kakashi tetapi peluru es-nya hilang dan Kakashi, di mejanya, menemukan pengikat es miliknya hilang. Kakashi menyerangnya, tapi tiba-tiba berhenti membunuhnya, menyadari apa yang perempuan itu inginkan.

Kahyō mengakui bahwa kata-kata Kakashi sebelumnya telah bergema dalam pikirannya, tetapi sekarang dia menjadi yakin bahwa dia salah. Saat ia mulai mengutarakan penyesalannya, Tobishachimaru mulai bergoyang karena semua kerusakan itu dan terjadi kebakaran. Saat Kahyō fokus untuk memadamkan api, lantai pada kapal itu mulai membuka jalan. Kakashi menjadi pilot kapal untuk keselamatan dan kemudian mencoba untuk menyelamatkan Rahyō, mengatakan pada Kakashi bahwa ia tidak bisa menyelamatkan dunia jika dia mati. Kapal itu naik kembali dan Rahyō terlempar dari genggaman Kakashi. Karena Kahyō berteriak, Rahyō meneriakkan harapannya untuk bertemu dengan seseorang seperti Kakashi secepatnya.

Bab 12 Edit

Bom Manusia (人間爆弾, Ningen Bakudan)

Di Penjara Darah, pasukan Konoha melihat Tobishachimaru jauh tinggi di atas, bertanya-tanya apa yang sedang terjadi di kapal itu. Mereka akhirnya menyadari bahwa Tobishachimaru naik lebih tinggi ke langit dan menyimpulkan bahwa ancaman itu sudah berakhir. Parasut mulai turun di sekitar Penjara dan ninja Konoha mempersiapkan diri untuk menyambut mereka, namun terkejut ketika mereka meledakkan lubang pada dinding Penjara. Shikamaru menyadari apa yang harus dilakukan dan berusaha untuk menghentikan parasut mulai dari memukul tanah dan juga menyelamatkan orang-orang yang melekat pada bahan peledak. Sementara itu, tahanan-tahanan mulai melarikan diri, pasukan Aliansi Persenjataan mengalami keributan dalam mencari Garyō. Ketika mereka dapat memusnahkan bom tersebut, Shikamaru mengirimkan beberapa dari mereka setelah tahanan melarikan diri sementara ia pergi setelah Garyō. Saat ia semakin dekat, bagaimanapun, dia mellihat Garyō datang ke arah sebaliknya, Ino sudah berada dalam kendali tubuh Garyō.

Bab 13 Edit

Tangga Menuju Surga (天国への階段, Tengoku e no Kaidan)

Tobishachimaru terus naik ke langit, dan Kakashi menyadari itu hanya masalah waktu sampai mereka mulai mengalami batas kekuatan. Kakashi mencoba meyakinkan Kahyō untuk membantunya menghentikan hal ini dan menyelamatkan nyawa orang yang masih berada di kapal dengan memukul lubang pada kantung helium yang membuat kapal tetap terbang di udara. Saat mereka bersiap-siap untuk melakukan hal ini, Kakashi melihat Tsuchikage dan anak buahnya terbang di luar, siap untuk menghancurkan kapal jika perlu. Pada saat yang sama, Ino memberikan pesan dari Tsunade bahwa Kakashi secara pribadi yang akan menghancurkan kapal sebelum Tsuchikage yang akan menghancurkannya.

Dengan tidak ada pilihan lain baginya, Kakashi melakukan rencana awalnya yaitu memukul kantung helium. Tobishachimaru mulai jatuh kembali ke permukaan bumi. Kahyō menggunakan es-nya untuk menahan kapal bersama-sama dan memudahkan pendaratannya. Mesin-mesinnnya tetap bekerja, tapi ini akan cepat menghabiskan kelembaban di udara dan dia tidak bisa lagi membuat es, di mana salah satu bagian kapal mulai rusak lagi. Tsuchikage berhasil menyusul mereka dan menawarkan untuk membawa Kakashi dan Kahyō untuk pengamanan. Tidak ingin meninggalkan penumpang yang tersisa, Kakashi melompat melalui lubang di badan kapal keluar menuju awan dimana Tobishachimaru akan jatuh melaluinya dan menggunakan Listrik Ungu di langit untuk memanggil awan hujan. Dia sempat kehilangan kesadaran, saat ia bangun beberapa detik kemudian hujan mulai jatuh. Kahyō kemudian mampu menggunakan kekuatannya untuk terus menstabilkan kapal.

Kakashi diselamatkan dari udara oleh Kurotsuchi. Saat Kurotsuchi mengantarkan Kakashi ke permukaan bumi Kakashi melihat Kahyō menggunakan es untuk meluncur dengan Tobishachimaru ke sebuah tempat terbuka di Penjara Darah. Kurotsuchi menurunkannya dan Tsuchikage, sebelum pergi, Kurotsuchi memberi Kakashi pesan untuk disampaikan pada Tsunade: generasi berikutnya pasti akan menggantikan mereka. Saat ia lihat ninja Konoha bertengkar dengan sisa tahanan yang melarikan diri, Kakashi tidak bisa membantu tetapi merasa bahwa ini benar dan bahwa ia, sebagai Hokage, ingin mengawasinya sampai mereka siap.

Bab 14 Edit

Perintah Pertama (はじめての采配, Hajimete no Saihai)

Para penumpang keluar dari bangkai kapal Tobishachimaru. Meskipun beberapa penumpang ada yang terluka dan memar — Sakura Haruno menyembuhkan mereka — tidak ada meninggal dalam kecelakaan itu. Ketika Kahyō muncul, Tsunade memerintahkan agar dia dibawa ke dalam tahanan karena perbuatan Aliansi Persenjataan telah menghancurkan kepercayaan Konoha dan menyebabkan Negara Ombak meninggalkan rencana mereka mempunyai transportasi udara. Sebelum Tsunade memasukkan Kahyō ke dalam penjara, Kakashi muncul dan meminta agar diizinkan untuk menentukan hukuman untuk Kahyō.

Karena beberapa penumpang meninggal karena Aliansi Persenjataan, Kahyō harus dihukum mati. Namun, Kakashi bersedia untuk mengurangi hukumannya hidup-di penjara sebagai sipir baru Penjara Darah jika dia setuju, mendedikasikan sisa hidupnya untuk menjaga mereka yang dipenjara dibalik dinding penjara. Dia menjelaskan kepada Tsunade bagaimana cara kerja Rantai Es, dan bagaimana mereka membuat Kahyō dapat memenuhi syarat untuk menggantikan Mui, sipir sebelumnya. Shikamaru menyetujui ini, percaya itu akan berada di semua kepentingan desa. Tsunade setuju dengan syarat bahwa itu tindakan pertama Kakashi sebagai Hokage. Kahyō bersumpah untuk menerima tugas ini jika itu adalah apa yang Kakashi minta padanya, sehingga ia secara resmi memegang gelar Hokage Keenam.

Epilog Edit

Untuk Tuan Hokage Keenam, (拝啓, 六代目火影様, Haikei, Rokudaime Hokage-sama)

Empat bulan kemudian, Kakashi bersiap untuk membaca surat. Saat ia membukanya, ia mengingat pemeriksaan Lima Kage dari Penjara Darah dalam perawatan Kahyō dan bagaimana ia mendapat persetujuan mereka dengan mempermalukan Raikage Keempat dalam perkelahian. Dia mencoba beberapa kali untuk membaca surat itu, tapi terus mendapat gangguan dari penduduk desa lainnya termasuk siswa dari angkatan Naruto, tampaknya semua tahu bahwa surat itu berasal dari Kahyō tetapi tampaknya semua akan menjadi buruk karena mereka salah informasi tentang hubungan Kakashi dengan Kahyō. Ia mengetahui bahwa ini adalah perbuatan Naruto, yang secara terbuka mempublikasikan khayalannya tentang perasaan Kakashi untuk Kahyō. Kakashi menyerang Naruto dengan marah, tapi memutuskan untuk membiarkannya pergi ketika ia menyadari Naruto hanya kesal karena tidak diikutsertakan dalam seluruh kejadian akhir-akhir ini. Agar Naruto tidak kesal padanya lagi, orang lain menyarankan Kakashi untuk mengobatinya dengan mengajak Naruto ke Ramen Ichiraku.

Trivia Edit

Also on Fandom

Random Wiki